JEBENGPLAMPITAN – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan oleh Isnanta Triska Nurhaliza melalui program kerja pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Kegiatan dilaksanakan di Aula Balai Desa Jebengplampitan pada tanggal 31 Januari 2026 pukul 09.30 WIB dengan sasaran utama ibu-ibu PKK.
Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan minyak jelantah yang selama ini sering dianggap sebagai limbah tak terpakai dan berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan. Melalui pelatihan ini, peserta diajak untuk mengolah minyak bekas menjadi produk lilin aromaterapi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai estetika dan nilai jual.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif, dimulai dari penyampaian materi mengenai dampak limbah minyak jelantah terhadap lingkungan, dilanjutkan dengan demonstrasi proses pembuatan lilin, hingga praktik langsung oleh peserta. Ibu-ibu PKK terlihat aktif mengikuti setiap tahapan, mulai dari proses pencampuran bahan, hingga pencetakan lilin dengan tambahan pewangi alami.
Melalui program ini, Isnanta Triska Nurhaliza berharap masyarakat dapat mengembangkan keterampilan baru yang bermanfaat sekaligus menjadikan pengolahan limbah sebagai peluang usaha kreatif. Maka dari itu, minyak jelantah tidak lagi menjadi limbah yang merugikan, melainkan dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna dan ekonomis bagi keluarga.